Sejarah Singkat
Assalakualaikum wr.wb.
Disini penulis mau berbagi sedikit tentang sejarah singkat si ikan kumis ini,
Siapa yang tidak kenal dengan ikan tanpa sisik yang satu ini, dengan rasa daging gurih, ikan ini cukup digemari di berbagai dunia. Yap itu lah si ikan berkumis alias ikan lele yang mana ikan ini pertama kali ditemukan di perairan tawar di benua afrika dan asia.
Ikan lele ini termasuk jenis ikan yang cukup cepat pertumbuhannya jika dibandingkan ikan air tawar yang lain, untuk masa panen dengan berat 100gr hanya membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 2-3 bulan dimana ikan nila membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 bulan.
Untuk rasio budidaya ikan lele ini mencapai rasio 1:1 hal ini berarti untuk mendapatkan 1 kg daging ikan membutuhakan pakan kurang lebih 1 kg hal ini termasuk cepat dalam pertumbuhan.
Untuk di Indonesia sendiri penamaan ikan ini cukup beragam dimana budaya termasuk Bahasa di Indonesia memiliki keragaman termasuk juga dalam penamaan si ikan kumis ini, seperti contoh di daerah padang memiliki nama ikan kalang, sedang kan daerah bugis dikenal dengan nama cepi, di daerah Kalimantan Selatan dikenal dengan nama ikan pintet, itu lah keragaman budaya termasuk Bahasa yang ada di Indonesia, sangat bangga berada di bumi Indonesia.
Ikan lele ini bersifat noctural, dimana ikan ini aktif bergerak mencarai makanan dimalam hari, jika disiang hari ikan lele ini lebih banyak berdiam dan berlindung dari tempat terang ke tempat yang lebih gelap, untuk pemijahan lele lebih cenderung pada musim hujan.
Untuk manfaat ikan lele ini cukup banyak kandungan dalam daging gurih ini:
1. Lemak
Lele mengandung lemak sebesar 1,1 gram/100gram, jumlah ini sangat sedikit disbanding lemak pada sapi atau daging ayam, juga terkandung omega3
2. Protein
Lele juga mengandung sumber protein hewani yang baik, kandungan protein ikan lele ini dalam sekitar 18,7 gram /100gram
3. Kaya Vitamin B
Kandungan gizi ikan lele lainnya adalah vitamin B, didalam daging lele terdapat vitamin B1 sebesar 0,1 mg, serta riboflavin (vitamin B2) sebesar 0,05 mg.
4. Fosfor
Sekilan 260 mg fosfor terkandung dalam 100 gram lele, selain kandungan tersebut diatas masih terdapat kandungan lain lagi seperti kalsium, zat besi, satriun dan niasin.
Itu lah sejarah singkat ikan lele ini, penulis menyadari kekurangn dalam penulisan artikel ini, untuk itu sumbangsih dan saran dari para pembaca sangat diharapkan agar setiap informasi yang disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua, aamiin..

Komentar
Posting Komentar